Oleh: Pdt. Michael
Bahan Kotbah: Efesus 5:15-21
Setiap orang percaya merindukan hidup yang dipenuhi oleh Roh
kudus. Seperti surat Paulus yang ditujukan kepada jemaat yang ada di Efesus
karena mereka tinggal di lingkungan orang- orang penyembah berhala dan Efesus
merupakan kota perdagangan terbesar ke 3 pada waktu itu, sehingga sangat
berpengaruh pada kota-kota sekitarnya. Paulus merasa perlu untuk mengingatkan
jemaatnya untuk hidup dalam Roh. Yesus pun menginginkan kita hidup dipimpin
dipenuhi oleh Roh Kudus.
Bagaimana caranya kita dipenuhi oleh Roh Kudus?
1. Miliki Kearifan dan Pengertian akan Kehendak Tuhan
5:15 Karena itu,
perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang
bebal, tetapi seperti orang arif,
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada,
karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu
janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Arif : cerdik yang Tuhan
tanamkan dalam hidup kita sehingga kita dapat bersosialisasi dengan orang lain.
Tuhan memberi hikmat dalam kita berhubungan dengan sekitar. Jemaat Efesus memiliki pemikiran yang cerdik (kearifan) untuk
tetap menjaga kekudusan dalam bergaul dengan orang di sekitarnya.
2. Memiliki Keintiman dengan Tuhan.
5:18 Dan
janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi
hendaklah kamu penuh dengan Roh,
5:19 dan berkata-katalah seorang kepada
yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan
bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
Tuhan menginginkan setiap kita memiliki
keintiman (berhubungan yang manis) dengan Dia secara terus menerus yang berarti
setiap kita melakukan komunikasi dengan Tuhan dalam setiap saat seperti dalam
Yakobus 4:15-17 (Yakobus mengingatkan para pengusaha untuk selalu bertanya pada
Tuhan tentang kehendak-Nya dalam berbisnis).
3. Miliki Sukacita yang Penuh di Dalam
Tuhan.
Sukacita merupakan keputusan untuk percaya penuh pada Tuhan
tidak tergantung pada situasi daan kondisi kita. Tuhan memberi kehendak bebas
pada kita, tinggal bagaimana keputusan kita “sukacita atau dukacita”. Jemaat Efesus tidak takut dengan masyarakat sekitar yang
masih dalam penyembahan berhala, mereka belajar dari cara hidup orang Israel
yang mengandalkan Tuhan (mujizat raja Daud mengandalkan Tuhan dalam seluruh perjalanan
hidup-Nya, dan dia menikmati pembelaan Tuhan yang luar biasa). Ambil keputusan hari lepas hari sehingga kita punya kearifan
untuk memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Penyerahan secara total dapat
terjadi dalam hidup kita kalau kita mau merubah pola pikir kita (Roma 12:2).
Perubahan yang terjadi akan menjadi gaya hidup untuk menghasilkan hidup yang
dipenuhi oleh Roh Kudus.
Haleluya amin.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar