Oleh : Pdt. Herry Setyono
Bacaan Alkitab : 1 Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus 13:13)
Mengapa Kasih yang paling besar?
Karena
Iman dan Pengharapan akan berakhir di saat telah menjadi kenyataan, tetapi
kasih itu kekal karena menyangkut hubungan dengan Tuhan dan sesama. Kasih
berhubungan dengan hukum (apa yang telah kita perbuat), tetapi Iman dan
pengharapan ada sangkut pautnya dengan pribadi kita.
Ayat
ini merupakan tulisan yang sangat indah yang ditulis oleh seseorang yang iman,
pengharapan dan kasihnya sudah sangat teruji yaitu PAULUS. Iman, Pengaharapan,
dan Kasih adalah jalannya kehidupan di dalam Kristus Yesus. Apa itu Iman,
Pengharapan dan Kasih?
1.
IMAN
Ibrani 11:1, ”Iman adalah dasar dari segala
sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Kolose 1:3-4, “Kami selalu mengucap syukur
kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk
kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan
tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, “
Apa
yang kita harapkan dan apa yang tidak kelihatan itu terbungkus dalam Kristus.
Segala suatudalam Kristus itu dapat dibuktikan. Iman kita adalah iman di dalam Kristus
yang menempatkan kita punya sikap dalam menghadapi sesuatu termasuk masalah
yang terjadi dalam hidup kita. Iman memampukan kita bersikap positif terhadap
segala kesulitan atau pergumulan hidup.
Lukas 17:6,
Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi
saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan
tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Iman
sebesar biji sesawi berarti iman yang hidup. Iman adalah suatu hal yang dapat
dipelajari, segala sesuatu dalam Kristus perlu disingkapkan supaya kita
mengerti. Oleh karena itu setiap orang yang beriman pada Kristus perlu
PENGAJARAN. Segala sesuatu dalam Kristus merupakan kunci jawaban dari setiap
persoalan kita.
2. PENGHARAPAN
Kolose 1:5-6, “oleh karena pengharapan, yang
disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu
dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, yang sudah sampai kepada kamu.
Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu
sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan
sebenarnya”
Pengharapan
adalah segala sesuatu yang telah di sediakan di surga. Pengharapan yang telah
di sediakan di surga. Pengharapan yang terkait dengan iman adalah penyelesaian
dari segala sesuatu. Pengharapan mengarahkan langkah kita.
Ibrani 6:17–20:” Karena itu, untuk lebih
meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya,
Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang
tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang
mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan
yang terletak di depan kita.Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi
jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah
masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek,
menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.”
Pengharapan
adalah sauh (jangkar) yang kuat, yang telah dilabuhkan sampai di belakang tabir
(surga). Pengharapan memampukan kita untuk tetap bertahan dalam gelombang
kehidupan. Pengharapan mem-bangkitkan gairah hidup untuk tetap bersemangat,
bergerak menjangkau tempat yang telah dirintis oleh Yesus sebagai Imam Besar,
sehingga kita bisa masuk ke sana dengan peraturan Melkisedek (perjamuan kudus
dan perpuluhan). Pengharapan mengendalikan, mengontrol langkah hidup kita. Di
saat kita menikmati penyembahan kita mencicipi surga. Yesus sebagai Imam Besar
menjadikan kita sebagai imam-imam untuk mempunyai hak istimewa masuk ke tahta
Allah(surga). Oleh karena itu pengharapan di khususkan bagi kita sebagi imam-imam.
(Bersambung..)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar