Oleh : Pdt. Ali Said
Bacaan Akitab : Kejadian 50:22-26
50:22. Adapun Yusuf,
ia tetap tinggal di Mesir beserta kaum keluarganya; dan Yusuf hidup seratus
sepuluh tahun.
50:23. Jadi Yusuf
sempat melihat anak cucu Efraim sampai keturunan yang ketiga; juga anak-anak
Makhir, anak Manasye, lahir di pangkuan Yusuf.
50:24. Berkatalah
Yusuf kepada saudara-saudaranya: "Tidak lama lagi aku akan mati; tentu
Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke
negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan
Yakub."
50:25. Lalu Yusuf
menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya: "Tentu Allah akan
memperhatikan kamu; pada waktu itu kamu harus membawa tulang-tulangku dari
sini."
50:26. Kemudian matilah Yusuf, berumur seratus sepuluh
tahun. Mayatnya dirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir
Sekarang ini sudah
sangat sulit kita dapakan keteladanan, baik dalam keluarga, gereja, maupun
dalam masyarakat. Sebagai bukti dalam setiap pelayanan konseling, hampir semua
anak tersakiti oleh bapak atau ibunya. Kenapa???? Iblis sedang mngincar rumah
tangga. Iblis punya target yaitu bapak- bapak karena kalau bapak rumah tangga
jatuh dalam dosa, maka yang menjadi korban adalah istri dan anak- anak,
sehingga keluarga hancur. Dan kalau keluarga- keluarga kristen hancur,maka
mengakibatkan gereja juga hancur.
Ada 3 dosa generasi
yang menyebabkan kegagalan dalam keteladanan, yaitu :
1. Melupakan generasi di atas nya.
2. Cuek atau tidak peduli dengan
segenerasinya.
3. Tidak pernah memperhatikan generasi berikutnya.
Kita bisa belajar
keteladaan dari kehidupan Yusuf. Mengapa Yusuf berhasil dalam hidupnya???
- Yusuf tidak melupakan generasi di atasnya. Dia tetap menghargai dan mengingatnya (ayah, kekek, buyutnya).
- Yusuf juga mau menolong saudara- saudaranya waktu mengalami kelaparan walaupun mereka pernah menyakitinya (yusuf melupakan apa yang telah diperbuat saudara- saudaranya dan mau mengampuni).
- Yusuf juga sangat memperhatikan generasi berikutnya, bahkan dia memperhatikan sampai ke cicitnya (ayat 23).
Yusuf mampu memberikan
keteladanan kepada anak cucunya. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memberikan
keteladanan bagi anak cucu kita seperti Yusuf??
Ada 3 hal yang
menyebakan manusia selalu gagal mewariskan keteladanan, yaitu:
- Tidak Fokus, Sering kali kita datang ke gereja tidak sungguh-sungguh atau kurang respon terhadap firman yang diberitakan, kita menganggap enteng pemberitaan firman sehingga kita tidak menanggapi firman Tuhan dengan baik.
- Tidak Terus Menerus, Pengampunan tanpa syarat seharusnya kita lakukan secara terus menerus
- Tidak Rajin, Banyak orang kristen mempunyai pemikiran yang salah ”kalau kita rajin berdoa pasti kita diberkati, tanpa perlu bekerja keras”. Kasih karunia tidak diperuntukan pada orang malas. Paulus pun mengingatkan kita untuk bekerja keras, “…jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” (2 Tesalonika 3:10b).
Bagaimana kita memperhatikan
generasi selanjutnya? Yaitu dengan memberikan teladan yang baik.
Warisan yang paling luar biasa adalah Keteladanan dalam segala hal. Yaitu
keteladanan dalam kejujuran, perkataan, tingkah laku, sikap, kerajinan, dll.
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar