Sabtu, 31 Agustus 2013

MEMBANGUN BAIT SUCI

Ringkasan Kotbah Minggu, 25 Agustus 2013 – Oleh Pdt. Marbowo

Bacaan Alkitab: Hagai 1:5-11

“Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN”(Hagai 1:8)

Bait suci adalah tempat Tuhan menyatakan kemulyaan-Nya, dimana Tuhan berkenan bertemu dengan umat-Nya dalam peribadatan.

Bangsa Israel membiarkan bait suci itu menjadi reruntuhan, bangsa Israel melalaikan keberadaan bait suci dan tidak memperhatikan lagi tempat perjumpaan dengan Tuhan. Bangsa Israel lebih tertarik memperhatikan urusan pribadinya, sehingga mengakibatkan kondisi yang mempengaruhi segenap kehidupan bangsa Israel.

Bangsa Israel harus menerima dampaknya karena membiarkan bait suci menjadi reruntuhan.

Mereka mengalami kerugian dalam semua aspek kehidupan, menabur banyak tapi hasilnya sedikit.

Pertanyaannya adalah apakah kita harus membangun bait suci kembali?
1 Korintus 3 : 16, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

Hanya Tuhan dan diri kita sendiri yang tahu sampai dimana pembangunan bait suci itu dibangun dalam hidup kita. Apa yang sedang terjadi dengan bait suci ini, sudah layak atau sudah menjadi reruntuhan...? Mari kita lihat apa yang kita dapatkan disana, di bait suci, yaitu: tubuh dan hidup kita.

Hagai 1:8, “Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.”

Saat kita disakiti kita kecewa kita marah dan kita dendam, saat terhimpit masalah kita kehilangan harapan, berarti bait suci itu telah hancur.

Tetapi saat kita mengampuni, saat kita mengasihi, saat kita mempunyai pengharapan berarti kita sedang membangun bait suci itu. Sehingga roh,jiwa dan tubuh kita berfungsi sesuai dengan kehendak Tuhan.
Hagai 1:9, ”Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.”

Hagai 1:10, “Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,”
Hagai 1:11, “dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha."


Tuhan juga mengingatkan supaya kita tidak mengandalkan diri sendiri, karena ketika kita mengandalkan diri sendiri, walaupun kita bekerja tanpa kenal lelah tapi tak akan mendapat apa-apa.

Kunci keberhasilan adalah iman yang tidak goyah dan terus mengerjakan pembangunan bait suci, yaitu memberi diri untuk terus menerus rela dibangun oleh Tuhan.

Amin,,

Tuhan Yesus Memberkati..
 
@Andrian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar