(Lanjutan Kotbah Minggu, 28 Juli 2013)
Oleh Pdt. Herry Setiono
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu
iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:13)
3. KASIH
Yesus
telah mati untuk kita, sehingga kita tidak ada hak untuk menghakimi orang lain.
Kejahatan kita atau dosa kita harus kita pertanggung jawabkan sendiri, walaupun
yang menyebabkan orang lain. Dan Tuhan tidak menuntut siapa yang menyebabkan
dosa, tetapi siapa yang berdosa. Tidak ada yang najis dari dirinya sendiri. Ada
tuntutan kasih yang lebih dari tuntutan iman dan tuntutan harapan. Tuntutan
kasih menempatkan kita pada sikap kehati-hatian dalam menjalin hubungan dengan
orang lain. Kasih tidak akan pernah berhenti dalam hal TUNTUTAN. Tuntutan kasih
terus berkelanjutan.
Dimana dan bagaimana tuntutan kasih diberlakukan?
a. Berkomunikasi
“Sekalipun aku dapat berkata-kata
dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak
mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang
gemerincing.” (1 Kor 13:1).
Komunikasi kita kepada orang lain harus didasari kasih
karena setiap apa yang keluar dari mulut kita berasal dari hati. Kasih harus
mewarnai dalam setiap komunikasi kita. Orang lain tidak akan berubah kalau kata-
kata kita keluar dari tuntutan kasih karena perkataan yang tidak memenuhi
tuntutan kasih tidak akan membangun orang lain. Kalau kita berkata-kata sesuai
dengan tuntutan kasih akan membangun orang lain. Tuntutan kasih itu, “…sabar; kasih
itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita
karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya
segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”. (1
Kor 13:4-7)
b. Melayani
“Sekalipun aku mempunyai karunia
untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh
pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan
gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.” (1 Kor 13:2)
Berkomunikasi dengan seseorang harus dengan misi
MELAYANI. Pelayanan tanpa kasih
tidak berguna, setiap pelayanan harus didasari kasih. Pelayanan merupakan
sarana memberikan sesuatu. Kalau kita punya kasih orang akan datang, orang akan
mempercayai kita. Kasih harus mewarnai hubungan kita secara khusus dalam
pelayanan.
c. Berbagi
“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang
ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak
mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (1 Kor 13:3).
Berbagi tanpa kasih adalah
omong kosong.
Pemberian kita harusnya yang menjawab
kebutuhan orang lain. Dalam memberi ada tuntutan kasih, jangan sampai apa yang
kita bagikan kepada orang lain membawa celaka (jangan melempar mutiara pada
babi). Kasih itu mengarahkan, membangun, menguatkan orang lain. Biarlah
pemberian kita yang kita bagikan kepada orang lain dapat menguatkan dan
membangun.
Amin..
Tuhan Yesus Memberkati.
@Dra. Rajiyem
Tidak ada komentar:
Posting Komentar