Jumat, 23 Agustus 2013

IMAN, PENGHARAPAN DAN KASIH (2) - MINGGU, 18 AGUSTUS 2013

(Lanjutan Kotbah Minggu, 28 Juli 2013)

Oleh Pdt. Herry Setiono

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.(1 Korintus 13:13)

3. KASIH
Yesus telah mati untuk kita, sehingga kita tidak ada hak untuk menghakimi orang lain. Kejahatan kita atau dosa kita harus kita pertanggung jawabkan sendiri, walaupun yang menyebabkan orang lain. Dan Tuhan tidak menuntut siapa yang menyebabkan dosa, tetapi siapa yang berdosa. Tidak ada yang najis dari dirinya sendiri. Ada tuntutan kasih yang lebih dari tuntutan iman dan tuntutan harapan. Tuntutan kasih menempatkan kita pada sikap kehati-hatian dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Kasih tidak akan pernah berhenti dalam hal TUNTUTAN. Tuntutan kasih terus berkelanjutan. 
Dimana dan bagaimana tuntutan kasih diberlakukan?
a. Berkomunikasi
“Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.” (1 Kor 13:1).
Komunikasi kita kepada orang lain harus didasari kasih karena setiap apa yang keluar dari mulut kita berasal dari hati. Kasih harus mewarnai dalam setiap komunikasi kita.  Orang lain tidak akan berubah kalau kata- kata kita keluar dari tuntutan kasih karena perkataan yang tidak memenuhi tuntutan kasih tidak akan membangun orang lain. Kalau kita berkata-kata sesuai dengan tuntutan kasih akan membangun orang lain. Tuntutan kasih itu, “…sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”. (1 Kor 13:4-7)
b. Melayani
“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.” (1 Kor 13:2) 
Berkomunikasi dengan seseorang harus dengan misi MELAYANI. Pelayanan tanpa kasih tidak berguna, setiap pelayanan harus didasari kasih. Pelayanan merupakan sarana memberikan sesuatu. Kalau kita punya kasih orang akan datang, orang akan mempercayai kita. Kasih harus mewarnai hubungan kita secara khusus dalam pelayanan.
c. Berbagi
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (1 Kor 13:3).
Berbagi  tanpa  kasih  adalah omong kosong.
Pemberian kita harusnya yang menjawab kebutuhan orang lain. Dalam memberi ada tuntutan kasih, jangan sampai apa yang kita bagikan kepada orang lain membawa celaka (jangan melempar mutiara pada babi). Kasih itu mengarahkan, membangun, menguatkan orang lain. Biarlah pemberian kita yang kita bagikan kepada orang lain dapat menguatkan dan membangun.

Amin..

Tuhan Yesus Memberkati.

@Dra. Rajiyem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar